Senin, 03 Juni 2013

contoh laporan kunjungan industri

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Balakang Masalah
Berkembangnya dunia perisdustrian membuat setiap lembaga pendidikan harus jeli dan dapat mengikuti perkembangan dunia perindustrian. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan lulusan yang berkompetensi haruslah dapat mengikuti perkembangan yang ada.
SMK Pembangunan Nasional Purwodadi sebagai sebuah lembaga pendidikan harus mapu menjawab tantangan perkembangan dunia perindustrian agar dapat menciptakan lulusan seperti yang dihapkan. Hal inilah yang melatar belakangi diadakanya kegiatan “kunjungan industri” sebagai salah satu mata pelajaran.

B.     Visi Dan Misi Sekolah
Adapun visi dan misi dari SMK Pembangunan Nasional Purwodadi adalah :
1.      VISI
Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Beriman, Berakhlak Mulia, Berilmu, Menjunjung Tinggi Kejujuran, Memiliki Kecakapan dan Ketrampilan Sesuai Kebutuhan Masyarakat.
2.      MISI
a.       Mengelola dan melaksanakan pendidikan yang efisien dan dan efektif guna menghasilkan lulusan yang berkualitas.
b.      Mengembangkan budaya beragama, mengaplikasi dan menginformasikan sumber daya manusia yang kompetitif, live skill, bermoral dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
c.       Mengembangkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri untuk menambah wawasan maupun peluang kerja.



C.     Tujuan Kegiatan
Kegiatan kunjungan Industri ini memiliki Tujuan diantaranya adalah :
1.      Memenuhi salah satu tugas dari mata pelajaran.
2.       Mengetahui gambaran yang realistis tentang sebuah pabrik industri.
3.      Mengetahui proses-proses, mesin-mesin, cara pembuatan baja, system majanemen, dll dalam suatu pabrik Industri .
4.              Menambah pengetahuan dan informasi tentang dunia kerja.

5.        Memberikan motivasi baru kepada siswa terutama dalam belajar.
6.        Mengetahui dan melihat alat – alat canggih pada industri tersebut.
7.        Melihat secara langsung proses produksi dari awal hingga akhir.
8.      Memberi bekal kepada siswa agar setelah lulus menjadi orang yang mandiri



BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
A.    Sejarah Perusahaan
Baja Kurnia memulai usahanya berangkat dari perusahaan milik keluarga pada tahun 1978. Modal dengan semangat yang mem-BAJA dan mengharap KURNIA dari Tuhan yang Maha Kuasa agar dapat menjalani hidup secara layak, maka dimulailah usaha pengecoran logam di Desa Batur Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten.
Nama perusahaan
:
PT. BAJA KURNIA
Alamat
:
Ceper, Klaten, Jawa Tengah
Kode pos 57465
Telepon
:
0272 552 850
0272 551 981
Faksimili
:
0272 551 496
Email
:
bajakurnia@bajakurnia.co.id
Kantor perwakilan
:
Jalan Pancasila V No. 25
Cicadas, Gunung Putri, Bogor
Telepon
:
021 8686 2213
 021 70944 309
Bidang usaha
:
Machinery & casting industry
1978         Mulai berdiri
1985         PT. Baja Kurnia menjadi perseroan terbatas, dan menepati lokasi baru selua 6000 meter persegi.
1993         Menjadi mitra AMV.
1999         Menambah fasilitas peleburan dengan menggunakan tungku peleburan induksi listrik.
2002         Menggunakan fasilitas peleburan kupola kontinu kapasitas 5 ton per jam.
2005         Penambahan fasilitas peleburan induksi kapasitas 1 ton dan mixer kontinu untuk cetakan furan.
2010         Perluasan lokasi pabrik menjadi 15000 meter persegi.
2012         Penambahan peralatan produksi antara lain induksi kapasitas 6 ton, sand plant untuk green sand, mesin perkakas CNC, mesin perkakas konvensional.
B.     Visi Dan Misi Perusahaan
1.      VISI
“ Menjadikan perusahaan yang hasil produknya bermutu tinggi sehingga memenuhi harapan dan pelanggan ”
2.      MISI
“ Produk-produk yang dihasilkan berkelanjutan, bermutu tinggi, menjaga kepercayaan pelanggan dan mewujudkan kepuasan pelanggan adalah komitmen kami ”
Bekerja adalah proses membangun kualitas pribadi, oleh karena itu kemajuan usaha hanya akan dicapai jika didukung oleh kualitas pribadi para pekerjanya (SDM). Kualitas pribadi adalah perpaduan kapasitas berpikir raional, ketrampilan teknik, penguasaan teknologi, dengan komitmen pada moralitas universal, menjunjung tinggi kepercayaan dan menjaga kualitas kebersamaan.
C.     Produk perusahaan

PRODUK TERBARU PT. BAJA KURNIA

BAJA KURNIA Valve                      

 

 

BAJA KURNIA SAMBUNG PIPA

 


Sambunga PipaBAJA KURNIA NIPPLE

BAJA KURNIA POMPA AIR

Nipple

BAJA KURNIA  POMPA AIR ELBOW

BAJA KURNIA Manhole






BAB III

A.   Proses Pembuatan Baja

1. Pembuatan Besi Kasar
Baja merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia untuk keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri. Ditemukan buat pertama kali oleh orang Mesir lebih dari 4000 tahun yang lalu untuk perhiasan dan alat rumah tangga yang kemudian berkembang menjadi bahan berharga dan dimanfaatkan orang setiap hari.
 Untuk menjadikan baja, banyak proses yang dilakukan, sehingga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar baja dapat dipakai dan dimanfaatkan dalam berbagai keperluan
a.       Pembuatan Besi Kasar
Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut :
·         Dibersihkan.
·         Dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehingga partikel besi dapat  dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit.
·         Dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter ±14 mm.
Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat, sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat. Setelah proses awal dilakukan, maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Dapur tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperature    tinggi.
Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan baku, yaitu bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses (disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Batu kapur berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan.
Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC. Cairan besi dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi kasar, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja.
b.      Proses Pembuatan Baja
Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi, kemudian diproses lanjut untuk dijadikan berbagai jenis baja. Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja :
1)      Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer)
Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar menjadi baja, yakni dengan membuang sebagian besar karbon dan kotoran-kotoran (menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan) yang masih ada pada besi kasar. Ke dalam dapur dimasukkan besi bekas, kemudian baru besi kasar, tapi sebagian fabrik baja banyak yang langsung dari dapur tinggi, sehingga masih dalam keadaan cair langsung disalurkan ke dapur Oksigen.
Kemudian, udara (oksigen) yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi ditiupkan ke cairan logam. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan kotoran-kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada permukaan cairan. Dapur dimiringkan, maka cairan logam akan keluar melalui saluran yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang.
Untuk mendapatkan spesifikasi baja tertentu, maka ditambahkan campuran lain sebagai bahan paduan. Hasil penuangan ini dapat langsung dilanjutkan dengan proses pengerolan untuk mendapatkan bentuk/profil yang diinginkan.
2)      Dapur          Baja     Terbuka (Siemens Martin)
Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen, maka dapur baja terbuka (Siemens Martin) juga merupakan dapur yang digunakan untuk memproses besi kasar menjadi baja. Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan proses mencapai temperatur + 1600oC; wadah besar serta berdinding yang sangat kuat dan landai.
Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran yang terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang mengapung pada permukaan baja cair. Oksigen langsung disalurkan kedalam cairan logam melalui tutup atas. Apabila selesai tiap proses, maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan untuk proses selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja.
3)      Dapur Baja Listrik
Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus listrik yang disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan dimasukkan/diturunkan mendekati dasar dapur. Penggunaan arus listrik untuk pemanasan tidak akan mempengaruhi atau mengkontaminasi cairan logam, sehingga proses dengan dapur baja listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel).
Dalam proses pembuatan, bahan-bahan yang dimasukkan adalah bahan-bahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. Setelah bahan-bahan dimasukkan, maka elektroda-elektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas yang sangat tinggi (+ 7000oC), sehingga besi bekas dan bahan-bahan lain yang dimasukkan dengan cepat dapat mencair.
   Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk dituang.
c.       Proses Pembentukan dan Bentuk-bentuk Produk Baja
Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan baja dengan berbagai jenis dapur baja. Baja yang telah cair dan ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan kebutuhan/sifat-sifat baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang berlubang dan didinginkan sehingga menjadi padat. Batangan baja yang masih panas dan berwarna merah dikeluarkan dari cetakan untuk disimpan sementara dalam dapur bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan temperatur 1100oC - 1300oC menggunakan bahan bakar gas atau minyak. Penyimpanan tersebut adalah untuk meratakan suhu sebelum dilakukan proses pembentukan atau pengerolan.
Proses pembentukan produk baja dilakukan dengan beberapa tahapan:
1)      Proses Pengerolan Awal
Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol yang berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan memanjang. Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja) menjadi merata, lebih kuat dan liat, disamping membentuk sesuai ukuran yang diinginkan, seperti pelat tebal (bloom), batangan (billet) atau pelat (slab).
2)      Proses Pengerolan Lanjut
Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal, batangan menjadi bentuk lembaran, besi konstruksi (profil), kanal ataupun rel. Ada tiga jenis pengerolan lanjut yaitu; pengerolan bentuk struktur/konstruksi, pengerolan bentuk besi beton, strip dan profil, pengerolan bentuk (pelat).
a)      Bentuk struktur
Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari pelat lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara paksa melewati beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang diperlukan.
b)      Bentuk besi beton, strip dan profil
Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal, tetapi harus dibentuk dulu menjadi batangan, kemudian dirol secara terus menerus dengan beberapa tingkatan rol dalam satu arah. Adapun hasil pengerolan adalah berbagai bentuk, yaitu : penampang bulat, bujur sangkar, segi-6, strip atau siku dan lain-lain sebagainya sesuai dengan disain rolnya.
c)      Pengerolan bentuk (pelat).
Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis dengan cara memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian didorong untuk melewati beberapa tingkat rol sampai ukuran yang diinginkan tercapai.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Dengan diadakan Kunjungan Industri seperti ini siswa siswi diharapkan dapat berfikir maju, kreatif, dan efisien sehingga dapat mengurangi perilaku yang bersifat negatif misalnya kenakalan remaja karena bakat dan kemampuannya lebih tersalur kepada hal-hal yang positif yang akan berguna bagi kehidupannya baik sekarang maupun yang akan datang.
2.      Produksi yang dihasilkan ”PT Caladi Lima Sembilan” berupa kaos, dan pemasarannya sudah hampir ke seluruh Indonesia .
3.      Semangat dan kegigihan dalam membuat atau mendirikan usaha itu ternyata sangatlah penting demi kelangsungan hidup.
B.     Saran
1.      Sekolah sebaiknya mengadakan Kunjungan Industri kedua tempat sekaligus untuk satu bidang keahlian. Supaya siswa-siswi dapat membandingkan dari kedua tempat tersebut.
2.      Sekolah sebaiknya meningkatkan fasilitas kendaraan sehingga menjadi layak dan nyaman saat mengadakan Kunjungan Industri.
3.      Sekolah mampu memilih tempat Kunjungan Industri yang mampu melayani siswa-siswi melakukan Kunjungan Industri dengan memberikan keterangan-keterangan yang detail.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar